My Virtual World


Politik dan Islam
Oktober 15, 2010, 2:18 am
Filed under: Uncategorized

Untuk menjawab hal ini akan lebih baik jika kita berangkat dari sebuah pemahaman yang sama bahwa sesungguhnya  “dunia merupakan ladang bagi akhirat”(mazra’tul akhirah),Cinta kita pada Allah SWT diuji dengan ketaatan dan kesetiaan kita untuk mengikuti apa yang diperintahkanNya karena itu seperti yang pernah diungkapkan oleh imam ghazali bahwa “agama tidak sempurna kecuali dengan dunia .kekuasaan dan agama bersaudara kembar .agama merupakan asal tujuan sedangkan sulthan merupakan penjaga. Yang tidak berasal dari agama akan hancur dan yang tidak berpenjaga akan hilang “ .karena itu apakah kita bisa memisahkan peran dari kedua saudara kembar tersebut ?

Islam adalah sebuah agama yang komprehensif dalam mengatur dan membahas problematika ummat baik itu mengenai hubungan Allah dan hambanya(red:manusia) ,hubungan antara hamba-hambanya(red:manusia ke manusia) sampai hubungan antara semua makhluk ciptaannya, karena itu maka pemisahan politik dan Islam sebenarnya merupakan upaya yang mengecilkan kekuatan Islam sebagai sebuah ajaran yang merupakan pedoman kehidupan yang kompleks meliputi semua aspek kehidupan manusia.Politik yang pada dasarnya memiliki multidimensi dalam pendefinisiannya dapatlah kita artikan sederhana sebagai alat yang sebenarnya bisa  kita manfaatkan untuk mencapai tujuan,tujuan itu merupakan tujuan utama seorang mukmin yaitu menyembah Allah SWT.pada QS an-Nisa 58-59 disebutkan bahwa : “ Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya dan menyuruh kamu apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkannya dengan adil . Hai orang-orang yang beriman taatilah Allah dan Rasul-Nya dan orang yang memegang kekuasaan diantara kamu” jika kita mencermati tiap kalimat pada ayat diatas maka kita menemukan unsur-unsur yang merupakan poin penting dari Politik, pada ayat pertama yaitu  “…menyampaikan amanat…menetapkan hukum”  disini ada unsur politik yang utama yaitu pemegang kekuasaan yang merupakan  seseorang yang punya kewajiban menyampaikan sesuatu yang benar pada orang-orang yang tepat dan juga memberi hukuman yang adil. Kalau kita kembali ke perkataan Al-Ghazali di awal maka kita akan sadar bahwa pentingnya kekuasaan terutama kekuasaan dalam pemerintahan adalah sebagai penjaga yang menjaga nilai nilai kebenaran dari Illahi(red:amanat) sampai pada orang-orang yang berhak yang bisa diimplementasikan dalam pembuatan hukum,undang-undang maupun kebijakan yang ditetapkan secara adil yang didasarkan pada Al-quran dan sunnah.disini kita bisa lihat bahwa memegang kekuasaan bukanlah sebuah tujuan tapi adalah sebuah alat,alat yang sangat penting untuk menegakkan dan menyampaikan kebenaran dari Allah SWT kepada seluruh manusia.ketika islam dan politik tidak berjalan beriringan maka kebijakan dan hukum yang diambil oleh pemegang kekuasaan mungkin tidak akan berkesesuaian dengan nilai-nilai kebenaran dan batasan-batasan yang sudah digariskan oleh Islam dalam ajarannya yang komprehensif.padahal kita sebagai kaum muslimin harusnya telah sepakat bahwa Islam adalah ajaran yang mengatur semua aspek hidup seorang insan.

manhaj ilahi bekerja di area yang sangat luas;di jiwa manusia dan di kehidupan kemanusiaannya,medan ini saling terhubung bagian-bagiannya,titik-titiknya,garis-garisnya dan dalam waktu yang bersamaan ia menjadi sempurna,sebuah komprehensivitas dalam mencakup seluruh sisi jiwa dan semua aspek peristiwa.dan kesempurnaan juga komprehensivitas dari itu akan terganggu jika ada yang berusaha mencerai beraikan  dan memisah-misahkan garis-garis dan titik titik yang menghubungkan tiap bagian tersebut

Islam merupakan rahmat bagi seluruh alam maka pemikiran untuk mengkotak-kotakan Islam dan memisahkannya dari realitas dunia merupakan pemikiran yang akan mendistorsi nilai-nilai ajaran Islam yang penting,karena Islam merupakan ajaran yang menjadi pedoman kehidupan bukan hanya sekedar keyakinan.



Fiqih Pergerakan
Oktober 15, 2010, 1:38 am
Filed under: Uncategorized

Fikih Islam lahir ,hidup dan tumbuh dalam masyarakat islam, Ia hadir untuk menjawab keperluan-keperluar riil yang lahir di kehidupan masyarakat. Fikih Islam tidak membentuk masyarakat tetapi masyarakat islam lah dalam usaha responsif menjawab tantangan kehidupan kemudian menciptakah fikih islam.

Fakta ini lah yang kemudian harus dipahami ketika ingin menerapkan sebuah hukum/fiqih pada kehidupan, karena Fikih Islam idak lahir di ruang hampa (meminjam istilah sayyid quthb) ia lahir dari rangkaian kondisi dan peristiwa yang terjadi di masa itu maka penerapan hukum yang tidak melihat proses kelahiran dan alasan dibalik kemunculan hukum tersebut menjadi tidak kontekstual.

Fikih pergerakan adalah sebuah hukum yang dinamis yang menjawab realita yang terjadi walaupun ia tetap lah mengacu pada nash-nash yang menjadi landasan hukum yaitu al quran dan sunnah . ia merupakan kesatuan dari kondisi dan lingkungan.”Fiqih islam tidak lahir di ruang hampa,sebagaimana ia juga tidak hidup dan tidak bisa dipahami dalam ruang hampa.Fikih Islam tumbuh dan berkembang dalam masyarakat Islam seiring pergerakannya”(sayyid quthb).

Syekh Mahmud Syaltout pernah berkata bahwa “ tidak mungkin tergambarkan agama islam tanpa adanya pengarahan dari masyarakat dan politik negara, karena apabila demikian negara itu tidak akan bersikap islami. ” Karena itu untuk mewujudkan sebuah masyarakat yang islami ataupun sebuah negara yang bersikap islami,Islam harus hadir menjadi solusi dan siap menjawab masalah-masalah yang hadir pada masyarakat islam tersebut dan karena  itu diperlukan sebuah kerangka pikir dinamis yang walaupun tetap berlandaskan pada nash-nash rujukan seperti Al quran dan sunnah tetapi bukan dalam bentuk hukum-hukum yang telah terkodifikasi dan bersifat tekstual,karena pada dasarnya hukum adalah sebuah produk dari masyarakat yang hidup pada kondisi dan peristiwa pada masyarakat tersebut karena itu ketika kita memaksakan perberlakukan sebuah hukum tanpa melihat di mana dan pada kondisi apa hukum itu diberlakukan maka hukum itu tidaklah menjadi bagian dari masyarakat tersebut dan tidak lagi hadir sebagai solusi .

Al quran sebagai dasar hukum Islam yang paling kuat adalah sebuah pedoman hidup yang menunjukkan bagaimana ia mempengaruhi kehidupan sejak generasi pertama dari ummat islam dan ia pun pasti akan mampu untuk mempengaruhi kehidupan kita hari ini dan juga esok hari ,ia bukanlah hanya bacaan yang dibaca dengan tartil indah tapi tak sarat makna serta jauh dari realita masyarakat yang hidup bersamanya ,Ia juga bukan sebuah buku sejarah yang hanya bisa dibaca untuk mengingat masa lalu tetapi Al quran adalah sebuah hakikat dengan eksistensi permanen yang berisi firman Allah yang terakhir yang dibawa oleh utusanNya yang terakhir.karena itu Al quran pasti bisa menjadi jawaban permasalahan ummat di belahan dunia manapun ia berada dengan diferensiasi hukum-hukum fiqh yang dinamis.

Karena perbedaan pasti akan ditemukan tetapi ummat islam disatukan bukan karena darah , ras ataupun bangsa tetapi persatuan kita adalah karena kesamaan keyakinan dan imam ,kedewasaan cara pikir menyikapi perbedaan dituntut untuk mampu hidup berdampingan dengan damai.



Pemimpin Indonesia Masa Depan
Mei 18, 2009, 9:27 am
Filed under: Uncategorized

indonesia negra besar yang sangat plural ..coba saja bandingkan pluralitas bangsa indonesia dengan bangsa_bangsa lainnya di dunia mungkin tingkat keanekaragamannya bisa berada di puncak maka seorang pemimpin indonesia di masa yang akan datang harusnya memiliki daya akomodasi terhadap semua pluralitas yang ada pada masyarakatnya, keanekaragaman itu merupakan tantangan yang besar karena berarti masyarakatnya punya cara pandang berbeda dalam melihat masalah dan pemimpin harus mampu menilai sebuah masalah dalam kaca mata 3 dimensi yang mengedepankan kepentingan bersama.

selain itu keanekaragaman dan keanekaan dalam menilik sebuah masalah menempatkan pemimpin dalam posisi wasit dan kemudian dituntut keberanian dan integritasnya dalam membuat keputusan . pemimpin indonesia di masa yang akan datang harus berani mengambil keputusan dalam keadaan sulit yang mungkin tak lagi menempatkannya dalam posisi yang populis karena tidak semua keputusan tepat adalah keputusan populis yang akan disukai banyak pihak. keberanian dan ketegasan mungkin akan melukai beberapa pihak . tetapi hal itu dibutuhkan bagi sebuah  negara besar seperti indonesia.

Pemimpin Indonesia masa depan juga dituntut kemampuan komunikasi dan sinergitasnya. mengingat bahawa sistem militer pernah gagal di negara ini maka pendekatan yang lebih persuasif harus dilakukan pemimpin bangsa ini untuk kembali mendapatkan kepercayaan dari masyarakat yang dipimpinya.membenagun kemampuan untuk mampu memberdayakan semua sumber daya manusia yang ada dari rakyat kita sendiri untuk menciptakan sebuah sinergitas bangsa yang kokoh.



Prinsip
September 13, 2008, 2:41 am
Filed under: gugatan

Kini prinsip adalah debu di kaki , bukan lagi pegangan di hati,padahal itulah nyawa dari pemuda pemudi yang kini bahkan tak punya jati diri

tak menggenggam asa ataupun merangkai karya tapi cuma berjalan diatas rel yang kaku terus terpaku mengikuti jalan yang telah dibuat oleh para kutu

bukan aq hendak menggerutu ,bukan juga merangkai kata yang sebenarnya tak perlu, aq sadar aq tampak seperti pemudi apatis penggerutu,mendramatisir suasana agar terlihat sayu.

tapi jangan berasumsi kawan,sebelum kau memandang kenyataan ,biarpun tanganku tak sanggup menghadang ,biarpun kuasaku tak sanggup menghentikan tapi biarkan penaku terus berjalan untuk sekedar mengungkapkan dan mengingatkan ,bahwa kita lah penentu masa depan yang belum tentu cemerlang

tapi harap tak boleh hilang karena kita adalah jiwa dari semangat dan raga dari kekuatan dan ketika itu menjadi satu kesatuan , apa lagi yang kau takutkan..??



Bangkit Kembali
September 13, 2008, 2:17 am
Filed under: motivasi

Ketika begitu banyak persimpangan dan timbul kecanggungan untuk memilih jalan yang benar

kita dihadapkan pada begitu banyak pilihan yang tak menentu kemana tujuan

tapi kita berdiri bukan untuk berhenti

sekedar termangu dan menghabiskan waktu

karena kitalah generasi revolusi yang lahir dari sebuah ideologi

dan mencoba bertahan dari rentetan pemalsuan visi

kita lah sang pembaharu yang bukan hanya mencipta yang baru,tetapi jua memperbaiki yang telah lalu

hai pemuda…ap arti kita….??jika bukan untuk sesama

hai pemuda..?? bagaimana mudamu….??

apa telah kau habiskan untuk bangkitkan negrimu

hai pemuda..mana nyalimu…?? kenapa kau masih bersembunyi di belakang tubuh bapakmu…?

kau lah sang pena

yang seharusnya menuliskan semangat untuk bangsa

kaulah sang tentara

karena harusnya kaulah yang menjadi tembok pelindung bagi sang jelata

kaulah sang mentari

yang menghangatkan negri dengan pikiran dan karya dari hati

dan kaulah sang pemimpin yang ditanganmu terdapat misi untuk menjadikan negri ini bangkit kembali



Euthanasia
September 13, 2008, 2:10 am
Filed under: medis

EUTHANASIA

Berdasarkan ilmu kedokteran, euthanasia adalah pengakhiran hidup atas dasar belas kasihan; mengakhiri kehidupan seseorang yang disengaja karena mengidap penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Tetapi sebenarnya kegiatan Euthanasia sendiri sejak dulu telah menjadi kontroversi baik dikalangan paramedis sendiri ataupun di dalam masyarakat.
Yang harusnya kita pertanyakan dari pemberian Euthanasia kepada pasien adalah bagaimana seharusnya kita menempatkan hak hidup mereka dan bagaimana kewajiban kita sebagai paramedis untuk selalu mengutamakan keselamatan dan nyawa pasien kembali diuji.
Salah satu bunyi dari sumpah dokter yang senantiasa didengungkan oleh ribuan calon dokter tiap tahunnya di tiap Negara menyebutkan bahwa sebagai dokter ,kita akan menghormati setiap hidup insani mulai dari saat pembuahan, sebuah pernyataan yang mengandung makna bahwa selayaknya kita sebagai paramedis mampu memandang penyelamatan atas nyawa manusia diatas segala-galanya. Dan pemberian Euthanasia telah melanggar janji dan komitmen kita sebagai seorang dokter.
Harapan adalah sesuatu yang menuntun hidup manusia hingga akhir dan Euthanasia adalah wujud dari pembunuhan harapan tersebut, bahkan hingga kemungkinan kematian sang pasien adalah 99 % maka merupakan tugas kitalah untuk memperjuangkan 1 % harapan hidupnya.
hak manusia adalah untuk memperjuangkan kehidupannya. Untuk hidup ,hak manusia bukanlah untuk merenggut nyawa, bukan otoritas manusia untuk menentukan kapan seharusnya mereka mati, bukan hak mereka juga untuk menyudahi hari hidup yang bahkan bukan mereka yang mempunyai nya.
Ada penyakit yang belum dapat disembuhkan dan menimbulkan penderitaan luar biasa, tapi sebagai manusia yang diberikan hak untuk hidup maka kita mempunyai kewajiban untuk memperjuangkan kehidupan itu, karena bukan kapasitas kita untuk menentukan bahwa kehidupan kita sudah tidak berguna dan sudah seharusnya untuk diakhiri.
Dan sebagai tenaga medis ,tugas kita lah untuk meyakinkan pasien bahwa Euthanasia bukan pilihan, juga bukan satu-satunya jalan, karena satu-satunya jalan yang bisa dipilih oleh pasien adalah Berjuang,menjadi pahlawan di medan laga nya sendiri dan kita lah yang harus selalu menjaga pahlawan itu agar tetap berjuang dan tidak berhenti hingga nanti hanya menjadi pecundang



Ada apa dengan kita..?
September 13, 2008, 2:07 am
Filed under: gugatan

tawa…

apa arti tawa..jika bukan bahagia di dada

kenapa tertawa..??

jika bukan senang yang melekat di jiwa

atau tawa hanya gerakan bibir biasa

tanpa arti dan makna

yang kosong dan melompong

yang disunggingkan untuk berbohong

bersembunyi dari eksistensi diri

berharap mampu menipu isi hati

yang sebenarnya sudah mati

kenapa harus tawa…??
kenapa bukan airmata

yang kadang lebih jujur mengatakan

ungkapan jiwa..




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.